Pembodohan Ala PLN? Maksudnya apa sich? Mungkin teman-teman bingung saat membaca judul dari postingan saya kali ini. Sebenarnya saya juga bingung saat akan memberikan judul yang tepat pada postingan ini. Saking bingungnya, tanpa sengaja muncullah dalam otak saya “Pembodohan Ala PLN” yang saya rasa tepat untuk judul dari postingan saya ini.
Mungkin teman-teman juga bingung kenapa kok bisa PLN melakukan pembodohan. Yach, mungkin sedikit keterlaluan juga kalau saya memberikan penilaian seperti itu kepada PLN, tetapi inilah yang mungkin berada di benak kebanyakan penduduk di Pekanbaru. Bagaimana tidak, betapa kesalnya terhadap PLN yang merupakan perusahaan terbesar di bidang kelistrikan, tidak dapat memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pelanggannya, khususnya di propinsi yang dipimpin oleh seorang Rusli Zainal yang sekarang sedang marak karena dijadikan keyword sebuah kontes SEO “Rusli Zainal Sang Visioner”. Masyarakat sebagai pelanggan PLN sudah memberikan kewajiban dengan membayar pajak tiap bulan, tetapi mereka tidak mendapatkan hak mereka secara penuh.
Hak yang tidak secara penuh didapat adalah adanya listrik yang sering mati. Tidak tanggung-tanggung, hampir setiap hari listrik mati tiap 3 jam sekali (3 jam hidup, 3 jam mati). Teman-teman dapat membayangkan, betapa tersiksanya kalau Anda merasakan hal yang demikian?
Hal ini sudah sering dirasakan oleh penduduk di Bumi Lancang Kuning. Bayangkan saja, apabila Anda sebagai siswa di Pekanbaru, yang esok harinya ada tugas atau ada ulangan di sekolah. Malam hari sebelum ada ulangan tersebut, listrik di rumah Anda mati, bukankah Anda jadi terganggu dan kesempatan untuk mendapatkan nilai yang Anda harapkan tidak dapat tercapai karena adanya pemadaman listrik dari PLN. Atau Anda seorang pegawai yang esok harinya harus menyelesaikan tugas, tetapi terganggu dan tidak dapat terselesaikan karena listrik mati. Masih banyak lagi kesulitan dan kesusahan yang harus dihadapi masyarakat di Pekanbaru dengan adanya pemadaman listrik dari PLN ini.
Mungkin itu sekelumit cerita mengenai parahnya jasa pelayanan yang dilakukan oleh PLN di Pekanbaru. Cerita ini hanyalah pandangan saya sebagai orang awam yang tidak begitu faham dengan alasan yang selalu saja disampaikan oleh PLN saat ada orang yang protes tentang adanya pemadaman listrik. Yang jelas, secara pribadi saya sangat terganggu dan merasa hak sebagai warga negara telah dirampas oleh perusahaan yang notabene merupakan perusahaan milik negara. Yach, mudah-mudahan saja tulisan saya ini dapat menjadi pertimbangan bagi PLN, khususnya di Pekanbaru untuk lebih meningkatkan kinerja dan jasa pelayanan terhadap publik agar masyarakat yang telah memenuhi kewajiban mereka mendapatkan hak mereka secara penuh. Dan juga masyarakat Pekanbaru dapat segera beraction tanpa ada hambatan mati listrik untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang memenuhi benah masing-masing orang di Pekanbaru.
Related Posts :
Tags: Action, Dreaming, pembodohan
Kata Kunci Terkait: mati ala pln, pelayanan pln pekanbaru, pln benah diri













Apik bgt artikelnya, Aku tunggu artikel selanjutnya ya..
bukan di tempat mas aja yg seperti itu di tempat saya juga gitu koq mas…bagaimana mau mengemban misi mengembalikan jati diri bangsa jika PLN aja mati hidup gitu…
biasalah PLN udah tau limit listriknya, malah diobral ke kalangan industri aplg komplek ruko
Bukan hanya di Pekanbaru yg bgt, di Padang Sumbar, temen sy jg mengeluh krn hampir tiap jam 10 malam pasti ada pemadaman listrik.
Layanan PLN memang krng bagus di sana kali ya.
[...] satu setengah bulan kemarin merupakan waktu di mana saya sangat padat dengan kegiatan, baik itu pekerjaan di luar kota dan ditambah dengan silaturahmi ke tempat saudara saat lebaran tiba, sehingga membuat saya tidak [...]